Gadis Cantik Penjual Jamu di Jonggol Bogor, Simak Enam Fakta Berikut IniBogor Maryam

 

Pratiwi Safarina./Foto: @dagelan_jowo

PELITAKEPRI.COM, Bogor – Seorang gadis penjual jamu bernama Pratiwi Safarina dipuji warganet karena memiliki wajah ayu.

Gadis yang biasa berjualan jamu di wilayah Jonggol, Kabupaten Bogor itu tenar akibat paras ayunya terjepret kamera dan fotonya diunggah ke Instagram.

Beragam komentar mucul dari netizen. Sebagian besar komentar memuji wajah ayunya yang memesona.

Gadis belia yang biasa disapa dengan panggilan Tiwi itu memang membuat banyak warganet meleleh. Berikut ini adalah fakta tentang Pratiwi:

1. Dari Wonogiri merantau di Jonggol
Pratiwi adalah warga dari Desa Conto, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri. Ayahnya bernama Marimin, sedangkan ibunya adalah Narni.

Baca Juga :  Sebanyak 177 Santri TPQ Kec Toapaya di Wisuda

“Saya ikut orang tua merantau di Bogor. Jualan jamu baru enam bulan ini sejak Agustus,” ujarnya seperti dilansir JPNN.com.

2. Belum berusia 17 tahun
Pratiwi kelahiran Mei 2001. Gadis belia ini tak tertarik bersekolah lagi. Ia tamatan SMPN 3 Bulukerto. “Lulus SMP 2016,” tuturnya.

3. Bikin jamu sendiri
Tiwi meracik sendiri jamu jualannya. Keterampilan meracik jamu tradisional mengalir dari ibunya.

4. Sering digoda Bikin jamu sendiri
Selama enam bulan menekuni usaha jamu gendong di perantauan, Tiwi sudah mengalami banyak suka dan duka. Di antaranya kesasar saat naik angkutan kota, hingga digoda oleh para lelaki yang iseng.

Baca Juga :  Gelar Konferensi Pers, Gubernur Kembali Tegaskan Kepri Sangat Siap Terima Wisman

“Ya digoda-goda itu yang harus membuat saya kuat. Awalnya memang takut, sudah mau putus asa. Tapi itu kan godaan orang usaha, akhirnya saya tahan,” ungkapnya

5. Bekerja paling lama lima jam
Jam kerja Tiwi saat menjajakan jamu tak sampai setengah hari. Dia berangkat kerja pukul 14.00.

“Pulang jam setengah enam. Kadang kalau lagi ramai jam setengah tujuh baru sampai indekos,” jelasnya.

6. Ogah lanjutkan sekolah, pilih segera menikah
Tiwi mengaku sudah tidak akan melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Dia memilih fokus usaha berjualan jamu gendong untuk masa depannya nanti.

Baca Juga :  Sempena Hari Bhayangkara Ke-74, Polres Lingga Bagikan Sembako di Desa Penuba

“Lha badannya sudah bongsor. Lagian saya akan menikah bulan Juni ini,” pungkasnya.

[*/mar/pojokjabar]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.