Marga Bagi Suku Batak

Marga Bagi Suku Batak

Oleh : Takdir Siringo

Hai! bagaimana khabarnya semuanya? semoga dalam keadaan sehat-sehat (horas, horas, horas) dan dimudahkan rezeki buat kita semua bangso Batak dimanapun berada. Kali ini saya akan membahas marga bagi suku Batak.

Marga menandakan silsilah keturunan web.id, bagi orang Batak, marga menunjukkan ia berasal dari silsilah keturunan yang mana. Hal ini penting bagi orang Batak karena silsilah adalah identitas orang Batak dalam pergaulan sehari-hari.

Selain suku Batak yang ada di Indonesia beberapa suku yang tak bisa kami sebut yang masih melekatkan marga dibelakang namanya.

Marga menurut suku Batak merupakan warisan nama nenek moyang yang masih dijunjung tinggi dipakai kental dan melekatkan kesetiap keturunannya.

Maka dari itulah kita tahu orang Batak, bukan dikenal hanya karena dari namanya. Namun karena adanya nama marganya.

Lahirnya marga suku Batak?

Perlu diketahui marga itu dahulu adalah nama nenek moyang yang dipakai keturunannya, sehingga para keturunannya bila suatu saat bertemu dimanapun dapat bersatu kembali menjadi satu rasa. Atau selanjutnya membuat suatu perkumpulan dan menjadi satu saudara. Dan mereka yang satu marga akan satu rasa dalam suka maupun duka.

Maka oleh dari itulah marga Batak dimanapun berada, pasti ada perkumpulannya. Contohnya perkumpulan marga: Tarombo (Silsilah) “OMPU TUAN SITUMORANG SIPITU AMA”

Situmorang anak pertama dari si Raja Lottung. Menikahi boru limbong dan mempunyai 2 orang anak, yaitu :

1. Ompu Panopa Raja
2. Ompu Pangaribuan

Meski Situmorang hanya memiliki 2 orang anak, tetapi Pomparang Ompu Tuan Situmorang (hingga saat tulisan ini) disebut juga sebagai Situmorang Sipitu Ama. cat: bahwa ini hanyalah penyebutan untuk perkumpulan (punguan/parsadaan) saja, bukan penyebutan sebagai atau untuk nama keturunan Ompu Tuan Situmorang. Hal ini terjadi karena semasa hidupnya Tuan Situmorang mengangkat Nini/cicitnya menjadi anaknya.

Pomparan Ompu Tuan Situmorang
1. Ompu Panopa Raja, mempunyai 2 orang anak yaitu :
1.1. Ompu Ambolas mempunyai 2 (dua) orang anak yaitu:
1.1.1 Raja Pande (Lumban Pande) (Nini/cicit Ompu Tuan Situmorang)
1.1.2 Raja Nahor (Lumban Nahor) (Nini/cicit Ompu Tuan Situmorang)

1.2 Parhujobung mempunyai 2 (dua) orang anak yaitu:
1.2.1 Tuan Suhut (Suhut Ni Huta) (Nini/cicit Ompu Tuan Situmorang)
1.2.2 Tuan Ringo (Nini/cicit Ompu Tuan Situmorang)

2. Ompu Pangaribuan
2.1 Raja Babiat
2.1.1 Dori Mangambat (Sitohang Uruk) (Nini/cicit Ompu Tuan Situmorang)
2.1.2 Raja Itubungna (Sitohang Tonga-tonga) (Nini/cicit Ompu Tuan Situmorang)
2.1.3 Op. Bona Ni Onan (Sitohang Toruan) (Nini/cicit Ompu Tuan Situmorang).

Kebiasaan suku Batak. Bila suatu hari bertemu tujuh bersaudara ini akan bersilsilah atau martarombo satu sama lain secara runut sambil minum kopi. Dan mereka akan meniatkan bersatu dalam perkumpulan tersebut. Dan yang pendatang baru ke suatu tempat. Mereka akan mengajak untuk bersatu dengan kumpulan marga tersebut.

Maka dari itulah orang Batak sangat ditekankan oleh para orangtua untuk mengetahui silsilah marga. Biar lebih jelas orang Batak. Jangan nanti “Aku gak tau (Dang huboto)” jawabnya. Yang sering dikatakan istilah orang Batak “Dalle” yang artinya gak jelas. Jadi siapa sih yang mau dijuluki gak jelas?

Sebagai tambahan melalui penelusuran dan pengamatan kami. Pemanggilan tutur abang untuk marga yang lebih tua di masing-masing marga sudah tidak bisa dibakukan lagi, karena sudah tergantung kebiasaan ditempat asal daerahnya masing-masing. Karena perlu kita ketahui orang Batak itu sudah mengembara dari Pulau Samosir ke berbagai daerah di wilayah Sumatra.

“Jadi untuk itulah, sedikit pesan dari penulis supaya jangan diributkan lagi ya!”

Akan tetapi untuk di kumpulan marga saya Pomparan (keturunan) “OMPU TUAN SITUMORANG SIPITU AMA” yang lebih tua masih masih tetap dihormati untuk dikedepankan untuk acara apapun juga.

Kukira Batak karena namanya?

Saya ingin berbagi pengalaman. Ini sebuah cerita nama Batak padahal bukan. Suatu hari saya pernah bertetangga dengan seseorang yang namanya Horas. Sebagai warga baru di tempat tinggalku , awalnya saya mengira bahwasanya bapak itu adalah bagian dari salah satu suku Batak.

Cerita bapak itu, beliau ada bersaudara sembilan orang semuanya laki-laki. Saat beliau lahir. Bidan yang menolong saat saat persalinannya, bu Tiur. Seorang bidan di kampungnya.

“Jadi karena orangtuanya bingung buat namanya. Lalu sang bidan pun membuat nama beliau Horas” menerangkan dari cerita orangtuanya.

Dari pesan diatas, yang ingin saya sampaikan. Maka dari sebuah nama bukanlah menandakan seseorang itu suku Batak. Batak dikenal dari marganya dan tau bersilsila dan lebih memahami tradisi adat istiadat kita (Batak).

banner 468x60

No Responses

Comments are closed.

error: Content is protected !!