Kronologi Polisi Ungkap Pembunuhan Purnawirawan TNI-AL, Arnol Tambunan

Kronologi Polisi Ungkap Pembunuhan Purnawirawan TNI-AL, Arnol Tambunan

Batam, Pelitakepri – Pada hari Selasa, tanggal 19 Februari 2019, Sekira pukul 11.00 wib, bertempat di Pendopo Polda Kepri, Batam. Telah dilaksanakan Konferensi Pers pengungkapan Tindak Pidana Pembunuhan, Purnawirawan TNI AL, Arnol Tambunan.

Saat Penyampaian keterangan langsung oleh Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Drs S. Erlangga, didampingi Kabid Dokkes Polda Kepri Kombes Pol dr. B. Djarot Wibowo, Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi, S.I.K., M.H, Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, Akp Efendri Ali, MH.

Kabidhumas Polda Kepri menjelaskan, Berdasarkan Laporan Polisi : LP – B/22/II/2019/Kepri/SPK-Res TPI, TGL 07 Februari 2019 dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Jl. Menur gg. menur no.15 rt 005 / rw 009 kel. Sei jang Kec. Bukit Bestari Kota Tanjungpinang. Telah diamankan Pelaku Pembunuhan dengan Inisial AD alias A di Tanjungpinang.

Kronologi Kejadian, Pada hari Jumat tanggal (17/08/2018) sekira pukul 22.00 wib tersangka, Inisial AD, bertemu dengan Rasyid, dan terjadi pembicaraan dengan tujuan merencanakan untuk membunuh, Arnold Tambunan.

“Dengan dijanjikan akan mendapatkan uang sejumlah Rp. 20.000.000 (dua puluh juta rupiah),” jelas Kabid Humas Polda Kepri, Erlangga.

Selanjutnya Pada hari sabtu tanggal 18 Agustus 2018 sekira pukul 06.30 wib tersangka AD, mendengar adanya keributan di rumah saudara Rasyid yang beralamat di jalan menur gg. Menur km.8, Tanjungpinang, selanjutnya tersangka AD langsung mendekati suara keributan tersebut, pada saat itu Rasyid sedang memegang besi berukuran 3/4 dengan panjang 1 meter.

“Tersangka AD langsung mengambil 1 ( satu ) buah besi berukuran 3/4 dengan panjang 40 cm dan mendekati keributan tersebut dengan maksud untuk membantu Rasyid, kemudian dilakukan pemukulan secara berkali-kali ke badan korban hingga korban meninggal dunia,” kata Erlangga.

Kemudian Rasyid mengikat bagian tangan dan kaki korban dengan menggunakan tali tambang kemudian membungkus badan korban dengan menggunakan kantong plastik besar berwarna hitam dan pada saat itu juga tersangka langsung membuka lobang saptick tank yang berada di belakang rumah kos-kosan milik Rasyid, dan jasad korban di seret sdr Rasyid bersama-sama dengan tersangka AD mendekati lobang saptick tank kemudian jasad korban dimasukkan kedalam saptic tank dengan kondisi sudah meninggal dunia, kemudian di tutup seperti semula.

Selanjutnya Sdr Rasyid langsung mengantarkan sepeda motor milik korban menuju ke rumah pribadi korban yang beralamat di jl. R.h. fisabilillah km.8 Tanjungpinang.

Tersangka Sdr Rasyid sudah meninggal dunia pada hari rabu tanggal 29 agustus 2018 sekira pukul 05.20 wib di jalan ahmad yani km.5 Tanjungpinang dikarenakan ditabrak oleh Bus Nirwana yang sedang melintas di jalan raya.

“Tim Penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang terus melakukan upaya untuk pengungkapan kasus tersebut dan pada hari sabtu tanggal (16/08/2019) pukul 17.00 wib terhadap Tersangka Inisial AD dilakukan penangkapan,” terang Erlangga.

Selanjutnya pada tanggal 17 Februari 2019 dilakukan penahanan diruang tahanan Polres Tanjungpinang. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka AD mengakui bahwa ia turut serta melakukan pembunuhan terhadap korban, Arnold Tambunan.

Kabiddokkes Polda Kepri, KBP dr Djarot Wibowo mengatakan, Tim Identifikasi dan Forensik Biddokkes Polda Kepri telah melakukan identifikasi temuan jenazah/kerangka yg ditemukan didalam Septic tank rumah Jln Raja Haji Fisabilillah Gg Garuda 2 Kota Tanjungpinang pada tanggal (14/02/2019).

“Jenazah Teridentifikasi, Arnold Tambunan (60), Korban mengalami kekerasan dengan benda tumpul yang mengakibatkan meninggal dunia,” terangnya.

Atas perbuatannya Tersangka akan dijerat Pasal 340 dan atau pasal 338 kuhp jo pasal 55 kuhp dan atau pasal 170 kuhp ayat (2) ke 3 dengan ancaman hukuman terberat pidana mati dan atau dengan hukuman paling lama 15 tahun. (pk/tsr/Humas Polda Kepri)

banner 468x60

No Responses

Comments are closed.

error: Content is protected !!