Usai Resmi di Umumkan Dua Paslon Pilwako Tanjungpinang, Tetap Jaga Politik yang Sehat

Dua Calon Pasangan Walikota di Pilwako Tanjungpinang di umumkan Lulus Verifikasi KPU Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah (kanan) dan H. Syahrul (kiri) (TAKDIR SIRINGO/PELITAKEPRI.COM)

PELITAKEPRI.COM, Tanjungpinang – Usai resmi di Umumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang, Senin (12/2/2018), Dua Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota untuk maju bertarung di Pilwako Tanjungpinang. Kedua Paslon tersebut yakni, Syahrul-Rahma (SABAR) dan Lis-Maya ( LIMA).

Dalam jelang Pesta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tanjungpinang, sehingga tetap menjaga politik yang sehat, jangan saling tebar fitnah atau ujaran kebencian yang memojokan lawan, seperti halnya yang beredarannya tulisan melalui spanduk-spanduk dan melalui media sosial (medsos) beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  636 Pantarlih Mulai Coklit 166 Ribu Pemilih di Tanjungpinang
Anggota DPRD Kota Tanjungpinang Ade Angga

Mananggapi hal itu, Wakil Ketua DPR Kota Tanjungpinang Ade Angga mengatakan Dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tanjungpinang, mari kita jadikan bersama-sama sesuatu yang menggembirakan, sesuatu yang kita sambut dengan hati yang ceria, dengan senyum dengan tawa.

” Pesta Pilkada Kota Tanjungpinang ini adalah pesta demokrasi yang sehat. Kita jaga dari isu-isu sara dan isu-isu politik uang, mari kita didik masyarakat memilih secara objektif, bukan sentimen-sentimen pribadi, kita juga mengajak semua pihak menggunakan media sosial secara bijak dan cermat, jangan menggunakan akun Anonim atau akun palsu,” papar Ade Angga, yang juga Ketua Dewan Perwakilan Wilayah ( DPW) Partai Golkar Kota Tanjungpinang.

Baca Juga :  FKMPK Kritiki Pemerintahan Gubernur Prov Kepri Nurdin Basirun, Sampaikan 36 Butir Keprihatinan

Dalam Saat kampanye nanti. Jangan saling menjatuhkan pasangan satu sama lain.

Hal senada yang disampaikan Bakal Calon Walikota Tanjungpinang, Lisdarmansyah mengatakan Ajang Pesta Pilkada, Jangan saling Fitnah, jangan menjelekan satu sama lain antara pasangan.

“Pasangan ini saling mempunyai kekurangan, dan kekurangan itu semua bisa di obok-obok, kita harus komitmen membangun Pilkada kebersamaan, jangan memancing situasi. Memberikan pendidikan politik terhadap masyarakat, dalam Pilkada memilih pemimpin, bukan memilih penguasa. Pemimpin yang betul-betul secara kesiapan mental dan spritualnya sudah siap diberikan amanah,” terangnya. [PK/Dir]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.