Mengkampanyekan Damai Pada Pilwako Tanjungpinang 2018

Poto bersama AJI Tanjungpinang, saat Kopi Bareng (foto: BA/pelitakepri.com)

PELITAKEPRI.COM, Tanjungpinang – Calon Wali Kota Tanjungpinang Nomor urut dua, Lis Darmansyah menghimbau agar mengkampanyekan Pilkada damai di Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Tanjungpinang tahun 2018 ini.

“Saya termasuk pasangan calon, yang menghibau kepada pendukung agar mengkampanyekan Pilkada Damai di media sosial,” ucap Lis Darmansyah di acara debat Pilkada bersama Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Kota Tanjungpinang, Rabu (28/2/2018) di Kedai Kopi Abah.

Kata Lis, dalam mengakampayekan Visi dan Misi calon jangan ada kebohongan harus sesuai dengan fakta.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kepri: Pansus Harus Merampungkan Perda Sebulan

“Misalnya saja kalau ada salah satu calon utk mengangkat honorer jadi pegawai. Kita kan harus sesuai fakta mana ada bisa kepala daerah bisa mengangkat honorer jadi pegawai,” sebutnya.

Lis juga meminta agar Panwaslu Kota Tanjungpinang mengumpulkan pendukung dari kedua pasangan Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Tanjungpinang. Agar tercipta Pilkada Damai.

“Kalau ada kebohongan publik Panwas selaku pengawas sempril. Sekarang bagaimana peran panwas bersama mengumpulkan para tim sukses ini,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Tim pemenangan pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Syahrul – Rahma, Ade Angga sangat mengapresiasi atas usulan itu. Baginya janji itu harus sesuai dengan data.

Baca Juga :  Tinjau Rumah Tidak Layak Huni, Petrus Sitohang Harap Dinsos Beri Bantuan

“Misalnya saja bagaimana mengatasi tingkat pengangguran dengan data yang di peroleh dari BPS,” sebutnya.

Menurutnya, saat ini dirinya sebagai Ketua tim pemenangan telah mengajak tim pemenangan untuk mengkampanyekan Visi dan Misi dari Pasangan Syahrul – Rahma di media sosial.

“Misalnya saja program seragam gratis bagi siswa SMP,” sebutnya. [PK/BA]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.