Pasca Terpilih Ketua Ikadubas Kepri, Dwi Ayu Lovita Langsung Kukuhkan Pengurus Kabupaten/kota

Tanjungpinang, Pelita Kepri – Pasca terpilihnya Dwi Ayu Lovite Putri sebagai ketua Ikatan Duta Bahasa (Ikadubas) Provinsi Kepulauan Riau yang mewakili beberapa Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Kepri. Ia langsung mengukuhkan beberapa pengurus kantor duta bahasa Provinsi Kepulauan Riau di Mall TCC Tanjungpinang, Minggu kemarin.

Lovita yang merupakan ketua Ikadubas pertama ini mengatakan akan mendorong program dari kantor bahasa Provinsi Kepri sebagai pusat peradaban dari bahasa Indonesia menuju kancah Nasional.

Untuk mewujudkan itu, pihaknya telah merancang program kantor duta bahasa untuk masuk ke sekolah-sekolah guna mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia di kelas- kelas baik SMA, SMP dan SD nantinya.

Baca Juga :  Desman Zebua Warga Pelalawan Riau Terancam 15 Tahun Penjara

“Kenapa kita prioritaskan ke anak sekolah? karena bibit bibit anak didik itu berawal dari sekolah,” ucapnya Senin (30/7/2018).

Tidak hanya itu, selanjutnya pengurus Ikadubes melalui kantor bahasa akan membuat perpustakaan khusus yang nantinya akan dikelola oleh ikatan duta bahasa.

“Kita juga akan sinergi dengan beberapa instansi terkait. Saat ini, kita sudah berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Dinas Pendidikan,” kata Lovita Putri selaku ketua Ikadubas yang juga merupakan Bakal Calon Anggota Legislatif Kota Tanjungpinang itu.

“Hal ini juga guna mengantisipasi membanjirnya budaya luar yang berimbas kepada bahasa apalagi ditambah masyarakat global sekarang,” pungkasnya.

Baca Juga :  Wagub Ingatkan Aparatur Bekerja Lebih Keras dan Cerdas

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Muhamad Dali mengharapkan kepada pengurus Ikadubas yang sudah dikukuhkan untuk dapat meningkatkan penggunaan bahasa Indonesia dalam negeri ini. Ia juga mengharapkan kepada ketua ikatan duta bahasa agar dapat mengkampanyekan bahasa Indonesia.

“Pasca diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Bahasa Indonesia kini mulai kurang diminati oleh anak-anak negeri. Hal ini akan menjadi citra buruk bagi bahasa kesatuan kita yakni bahasa Indonesia,” ucapnya.

Ia harapkan provinsi kepri ini nantinya dapat menjadi promotor nasional untuk mendorong penggunaan bahasa Indonesia dalam negeri.

Baca Juga :  Tanjungpinang tertinggi untuk Imunisasi MR di Kepri

(pk/gm)