15 Benda Rumahan Ini Bisa Sebabkan Kanker (2)

Ayam organik jauh lebih menyehatkan.

Sejumlah benda di rumah bisa mengandung bahan kimia yang membahayakan tubuh.

Pelita Kepri, Jakarta – Sofa di rumah Anda mungkin terasa nyaman untuk diduduki. Padahal, sofa yang nyaman itu bisa saja bersifat karsinogenik jika mengandung zat kimia tahan api bernama TDCIPP.

Sofa bukan satu-satunya ‘hal biasa’ di sekitar rumah yang diam-diam bisa bersifat karsinogenik, atau memicu terjadinya kanker. Reader’s Digest mengungkapkan setidaknya ada 15 benda biasa di sekitar rumah yang dapat bersifat karsinogenik dan perlu diwaspadai. Berikut ini adalah kelimabelas benda tersebut.

Lemari
Zat kimia dari jasa pinatu bernama perchloroethylene sebenarnya bersifat karsinogenik. Zat pencetus kanker ini bisa menumpuk di area mana saja tempat Anda menyimpan baju yang dibersihkan secara dry cleaning. Perchloroethylene juga bisa ditemukan pada semir sepatu hingga pembersih kayu.

Baca Juga :  Belajar Tentang KEK di Kepri, Gubernur Ansar Ajak Gubernur Lampung ke PT. BAI Bintan

Solusi, gunakan sarung tangan saat Anda menyemir sepatu dan membersihkan kayu. Jika Anda menggunakan baju yang dibersihkan secara dry clean, pastikan tempat dry clean yang Anda sambangi tidak menggunakan perchloroethylene.

Tirai dan Lantai Vinil
Phthalates dicurigai sebagai pencetus kanker sekaligus zat yang dapat mempengaruhi reproduksi dan perkembangan manusia. Phthalates bisa ditemukan pada lantai, tirai kecil hingga kulit sintetis yang terbuat dari vinil PVC. Phthalates juga bisa ditemukan pada makanan yang dikemas dalam plastik.

Solusinya, jauhi berbagai produk yang terbuat dari vinil PVC dan gunakan produk berlabel bebas phthalate. Buang mainan plastik yang dibuat sebelum 2008 dan ganti botol plastik dengan botol kaca atau stainless.

Ayam dan Nasi
Dalam jumlah jumlah besar, arsenik mempunyai efek mematikan. Sedangkan dalam jumlah kecil, arsenik juga bersifat karsinogenik. Sayangnya, zat pencetus kanker ini juga bisa ditemukan pada makanan sehari-hari seperti ayam, nasi dan beberapa produk jus.

Baca Juga :  Buntut Penjual Pantai dan Laut, Nelayan dan PMII Akan Lakukan Gelar Aksi Unjuk Rasa

Ayam organik bisa menjadi solusi untuk mencegah kemungkinan adanya arsenik dalam jumlah kecil pada ayam. Terkait nasi, Anda bisa mengikuti panduan FDA dalam hal pengolahan makanan yang berkaitan dengan beras atau nasi.

Bahan Peredam di Dinding Rumah
Asbes termasuk zat yang perlu dijauhi dari rumah. Namun, asbes masih bisa ditemukan pada peredam dinding di rumah lama. Ketika kondisi peredam menurun, serat asbes dapat terbang di udara. Serat asbes dapat menempel di baju hingga sepatu. Orang yang terpapar serat asbes di luar rumah bisa pulang dengan membawa paparan asbes ini.

Baca Juga :  Polres Tanjungpinang Gelar Konferensi Pers, Ternyata Pelaku Sudah Sebanyak 16 Kali Melakukan Pencurian?

Solusinya, renovasi kecil untuk mencegah serat asbes berterbangan di udara bisa dilakukan.

Gelas Styrofoam
Sudah menjadi rahasia umum bahwa styrene merupakan zat karsinogen yang digunakan untuk memproduksi plastik polystyrene. Plastik ini biasanya digunakan untuk membuat produk plastik seperti gelas, piring, nampan hingga perabotan. Styrene pada wadah styrofoam bisa luruh dan masuk ke kopi atau makanan Anda. Pencetus kanker ini juga bisa ditemukan pad asap rokok.

Hindari penggunaan wadah styrofoam untuk makakanan atau minuman panas. Perhatikan pula label produk sebelum membeli. (pk/red)

Sumber: Republika