Safari Ramadhan, Wabup Dalmasri Mengajak Umat untuk Mengikis Budaya Mubazir

Wabup Dalmasri bersama Jamaah

Pelita Kepri, Bintan – Pemerintah Kabupaten Bintan dalam safari Ramadhan, Jum’at malam (25/5/2018) berkunjung ke Masjid Nurul Huda Desa Malang Rapat.

Dalam safari ini Wakil Bupati Bintan Drs. H. Dalmasri Syam, MM didamping Kepala OPD, Kakan Kemenag Bintan, Camat Gunung Kijang dan Pj. Kades Malang Rapat saling bersilahturahmi dan duduk bersama menyantap “tambol” yang telah dihidangkan usai beribadah. Wabup Dalmasri Serahkan Insentif

Sebelumnya, Wakil Bupati Bintan sempat menyerahkan secara simbolis Insentif Mubaligh/ghoh, Imam Masjid, Guru Ngaji dan Fardhu Kifayah. Bantuan operasional Masjid juga diserahkan langsung oleh Direktur PD BPR Bintan Dra. Radiah Razak, MM kepada pengurus Masjid Nurul Huda.

Baca Juga :  Pemko Tanjungpinang Pelajari Aplikasi SIAP Buatan Diskominfo Kepri

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bintan bercerita pengalaman yang sempat dilalui berkenaan dengan pola ibadah di bulan suci Ramadhan. Dirinya berpesan bahwa ibadah suci sebulan dal satu tahun ini harus dipersiapkan dengan matang. Mulai dari pribadi masing-masing sampai kepada pengurus Masjid selaku penyelenggara berjama’ah.

“Macam-macam pengalaman kalau saya tarawih di berbagai tempat. Ada imam dan bilal yang kadang haru saya melihatnya, sudah uzdur tapi masih tetap semangat. Tidak salah, tapi generasi muda harus mampu andil juga. Pengurus Masjid harus mampu mempersiapkan imam yang bagus, bilal yang bagus, petugas yang bagus agar kita khusus’ berjama’ah dan orang-orang tua kita bisa semakin fokus dalam ibadah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Panglima TNI Meninjau Kesiapan Lahan Pembangunan Makogabwilhan I di Tanjungpinang Kepri

Pada akhir sambutan, Wakil Bupati Bintan juga menekankan kepada seluruh masyarakat untuk dapat mengikis budaya mubazir yang sudah mendarah daging ketika mendekati Hari Raya Idul Fitri. Dalmasri berharap agar masyarakat tidak memaksakan diri untuk hal yang sebenarnya bukan menjadi nilai utama.

“Kebiasaan serba baru saat lebaran sudah harus kita kikis. Nilai utama kita kembali pada fitrah itu yang penting, jangan kita ulang kebiasaan memaksakan diri seperti yang selalua dilakukan,” tutupnya.

(pk/dir/mcb)