Sekretaris Komisi II DPRD Kepri Tanggapi Kabar Garuda Pamit dari Bandara RHF Tanjungpinang

Sekretaris Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin SE., MM.

TANJUNGPINANG | PELITAKEPRI.COM – Kabar pamitnya maskapai Garuda Indonesia dari Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang santer dibicarakan hingga hari ini.

Topik ini mengundang perhatian publik, termasuk dari wakil rakyat di Kepulauan Riau (Kepri), satu di antaranya dari Sekretaris Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin SE., MM.

“Saya kira kalau merugi, baiknya pamit tukar dengan maskapai Citilink saja, biar harga terjangkau dan tidak semakin merugi BUMN,” kata Wahyu memberi tanggapan, Kamis (29/1/2026).

Ia menyampaikan, ketika sudah mulai ramai lagi ekonomi dan wisatawan ke Tanjungpinang, maka Garuda bisa mengajukan rute itu kembali.

Dari kabar hengkangnya Garuda ini, Wahyu menilai pemerintah pusat harus memperhatikan pembangunan Pulau Bintan agar lebih maju dan berdaya saing dengan pulau Batam.

Menurutnya, Bintan sudah memiliki sektor pariwisata internasional, namun tidak didukung industri lainnya. Jika di Pulau Bintan ada industri pelabuhan logistik internasional di Galang Batang, maka akan lebih baik.

Mengingat Singapura sudah ramai dan Batam juga padat, jika dibangun di Bintan akan lebih baik ke luar masuk barang.

Ditambah lagi, pembangunan Pelabuhan Perikanan Batu Duyung Kijang, akan makin ramai dan ekonomi bisa bangkit lagi.

Baca Juga :  Aggota DPRD Kepri Rudy Chua Bersama Direktur PDAM Tirta Kepri Temui Bappenas Bahas Soal Penggunaan Waduk Kawal

“Otomatis maskapai Garuda beroperasi kembali dan maskapai lainnya tambah banyak lagi,” kata Wahyu.

Sebelumnya, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan, pihaknya akan melakukan sejumlah upaya untuk mendukung rating yang kini sudah berada di 70 persen menjadi 80 persen.

“Kita dari Pemerintah Provinsi Kepri siap mendukung langkah itu,” ujarnya.

Caranya, pemerintah akan memperbanyak event di Tanjungpinang, Bintan agar wisatawan datang ke Kepri via Bandara RHF.

“Kita coba menyesuaikan Standar Satuan Harga (SSH) pegawai yang ada di Kota Tanjungpinang, dan Pemprov Kepri agar terpenuhi saat naik Garuda,” kata Ansar.

Dengan begitu, Garuda bisa menjadi pilihan penerbangan bagi para pegawai.

“Kita imbauan juga kepada pegawai di Tanjungpinang dan Bintan agar naik Garuda. Mereka juga harus berangkat lewat Bandara RHF Tanjungpinang, jangan lewat Batam,” ujarnya.

Ansar berharap Garuda memberikan perhatian sungguh-sungguh dan tetap melayani penumpang dari dan ke Bandara RHF Tanjungpinang, mengingat ibu kota Kepri berada di Tanjungpinang.

Sebelumnya, informasi maskapai Garuda Indonesia pamit dari Bandara Internasional RHF Tanjungpinang masih abu-abu.

Baca Juga :  Sekretaris Komisi II DPRD Kepri Minta Pengaturan Jumlah Kelapa Ekspor, Singgung Kebutuhan Lokal

Kabar ini masih sebatas penyampaian lisan yang diterima pihak Bandara RHF. Penegasan ini disampaikan General Manager Bandara RHF Tanjungpinang, Mohamad Setiadi Dermawan.

“Kabar ini baru disampaikan pihak Garuda secara lisan ke kami,” sebut Setiadi.

Dari penyampaian itu menyebutkan, Garuda Indonesia terakhir melayani penumpang dari Bandara RHF menuju Jakarta, Senin (9/2/2026).

Kendati demikian, pihaknya tetap berpikir positif saja, sembari menunggu surat resmi tertulis dari maskapai Garuda.

“Kami belum tahu secara pasti apa alasan Garuda tidak terbang lagi ke Tanjungpinang. Dugaan sementara mungkin alasan operasional,” lanjutnya.

Ini kemungkinan menjadi keputusan strategis baik di Garuda maupun Citilink.

Ketika Garuda tidak beroperasi lagi di Tanjungpinang, maka akan dicover oleh Citilink. Saat ini penerbangan untuk Garuda ada 3 kali seminggu, sementara Citilink 4 kali seminggu. Jika Garuda tidak lagi terbang ke RHF, maka Citilink akan terbang setiap hari.

“Jika ini diterapkan, maka tentu PT Angkasa Pura Kantor Cabang Bandara RHF Tanjungpinang maka akan mengurangi pendapatan kami,” ujarnya.

Sebab penerbangan yang datang dan pergi dari Tanjungpinang menjadi pendapatan utama saat ini. Meski begitu, hal ini tidak mengurangi pelayanan di RHF untuk penumpang.

Baca Juga :  Wakil Ketua II DPRD Kepri Hadiri Upacara Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Pusara Bhakti

Ia menyampaikan, meski Garuda tidak lagi layani penumpang ke RHF, bukan berarti menghambat penerbangan Internasional.

Namun perlu dipertimbangkan, jika suatu bandara dilayani Garuda, maka menjadi kebanggaan tersendiri bagi provinsi atau daerah tersebut.

Kabar rencana hengkangnya Garuda Indonesia dari Bandara RHF juga mendapat komentar dari warga Tanjungpinang.

“Jika bandara RHF Tanjungpinang tidak dilayani Garuda lagi, maka pengusaha dan wisatawan tidak lagi ke Tanjungpinang,” kata Daeng, warga Tanjungpinang.

Menurutnya, bos-bos besar jika hendak ke suatu daerah pada umumnya naik maskapai Garuda.

“Dampaknya, ekonomi dan pariwisata di Tanjungpinang dan Bintan akan sepi dan terlewati,” bebernya.

Ia berharap Pemprov Kepri bisa berkoordinasi dengan Garuda terkait rencana ini atau mencari alternatif lain.