Anggota DPRD Kepri Hj. Ismiyati Minta Dinkes Berkolaborasi dengan BPOM Awasi Takjil Ramadan

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Hj. Ismiyati

TANJUNGPINANG | PELITAKEPRI.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Hj. Ismiyati, meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri untuk berkolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam mengawasi takjil yang dijual selama bulan Ramadan.

Hal ini dilakukan untuk memastikan makanan berbuka puasa yang dikonsumsi masyarakat aman dan bebas dari bahan berbahaya.

Menurut Hj. Ismiyati, pengawasan takjil sangat penting mengingat tingginya antusiasme masyarakat dalam membeli makanan berbuka puasa di berbagai lokasi.

Ia mengingatkan bahwa di tahun-tahun sebelumnya, ditemukan beberapa kasus di beberapa daerah terdapat makanan yang mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, dan pewarna tekstil.

Baca Juga :  Penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan BPK-RI Terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Kepri Tahun Anggaran 2022

“Saya berharap Dinkes dan BPOM turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengujian sampel makanan. Jangan sampai ada masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan karena mengonsumsi takjil yang mengandung zat berbahaya,” ujar Hj. Ismiyati dalam keterangannya, Minggu (2/3).

Ia juga mengajak para pedagang untuk lebih memperhatikan kualitas bahan baku dan proses pengolahan makanan yang higienis.

Dengan adanya pengawasan ketat dan kesadaran dari para penjual, 8 takjil Ramadan tahun ini dapat lebih terjamin keamanannya, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan sehat.

Baca Juga :  Dukung Peningkatan Kesejahteraan Nelayan, Sekretaris Komisi II DPRD Kepri Berharap Ada Anggaran Pelatihan hingga Pendampingan Budidaya Lobster