Wagub Nyanyang Sambut Baik Kehadiran Kodam XXV, Perkuat Pertahanan dan Keamanan Wilayah Perbatasan

Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura saat menghadiri Syukuran Pembentukan Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah sekaligus perkenalan Pangdam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah, Mayor Jenderal TNI Rionardo, di Wyndham Hotel, Batam, Selasa (20/10/2026). (Foto:: diskominfo provinsi kepri)

TANJUNGPINANG | PELITAKEPRI.COM – Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nyanyang Haris Pratamura, menyambut baik terbentuknya Komando Daerah Militer (Kodam) XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah.

Kehadiran Kodam XXV dinilai semakin memperkuat pertahanan kewilayahan sekaligus sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah perbatasan.

Hal tersebut disampaikan Nyanyang saat menghadiri Syukuran Pembentukan Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah sekaligus perkenalan Pangdam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah, Mayor Jenderal TNI Rionardo, di Wyndham Hotel, Batam, Selasa (20/10/2026).

 

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan masyarakat, saya menyampaikan ucapan selamat datang kepada Panglima Komando Daerah Militer XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah Bapak Mayor Jenderal TNI Rionardo beserta jajaran di Negeri Segantang Lada Provinsi Kepulauan Riau,” ujar Nyanyang.

Menurutnya, keberadaan Kodam XXV memiliki arti strategis bagi Kepri yang memiliki karakteristik sebagai daerah kepulauan sekaligus wilayah perbatasan negara.

Nyanyang menyebutkan, Kepri memiliki luas wilayah sekitar 425.214,72 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 2.358.332 jiwa. Wilayah tersebut terdiri dari 2.028 pulau, sekitar 292 pulau berpenghuni dan 22 pulau terdepan.

“Sekitar 98 persen wilayah Kepulauan Riau merupakan lautan dan hanya sekitar 2 persen daratan. Kondisi geografis ini menjadikan Kepri memiliki posisi yang sangat strategis dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara,” katanya.

Baca Juga :  Pj. Wali Kota Andri Rizal Ajak Masyarakat Sukseskan Pilkada Serentak 2024

Kepri juga berbatasan langsung dengan sejumlah negara ASEAN, seperti Singapura, Malaysia, Vietnam dan Kamboja. Selain itu, wilayah Kepri berada di kawasan Selat Malaka yang merupakan salah satu choke point dunia serta berada pada jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I.

Di sisi lain, posisi strategis tersebut juga menghadirkan berbagai tantangan keamanan. Mulai dari penyelundupan barang ilegal, perdagangan orang, penyelundupan narkotika, kejahatan lintas negara, penyelundupan bahan bakar, tenaga kerja nonprosedural, hingga ancaman keamanan siber dan potensi konflik akibat dinamika geopolitik kawasan.

Karena itu, Nyanyang menilai pembentukan Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah menjadi sangat penting dalam memperkuat sistem pertahanan dan keamanan di wilayah Kepri.

“Kehadiran Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah menjadi sangat krusial sebagai institusi yang memiliki mandat dalam menyelenggarakan pertahanan negara melalui penguatan pertahanan kewilayahan, pembinaan teritorial, serta peningkatan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi ancaman,” jelasnya.

Nyanyang mengatakan, terbentuknya Kodam XXV juga menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan untuk menciptakan situasi keamanan yang kondusif sehingga aktivitas pemerintahan, investasi, perdagangan serta pembangunan sektor maritim di Kepri dapat berjalan secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Bappelitbang Tanjungpinang Mulai Rangkaian Musrenbang Tingkat Kelurahan

“Dengan terbentuknya Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah menjadi bagian penting dari sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” katanya.

Ia menambahkan, kerja sama antara Pemprov Kepri dan jajaran TNI selama ini telah berjalan baik, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan di wilayah kepulauan dan perbatasan.

Sejumlah bentuk kolaborasi tersebut antara lain melalui Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), penanganan pandemi Covid-19, menjaga kondusivitas keamanan masyarakat melalui peran Babinsa, serta program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Pemprov Kepri juga memberikan dukungan berupa bantuan insentif kepada Babinpotmar, Babinpotdirga, Babinsa dan Bhabinkamtibmas sebesar Rp2,5 juta per personel.

“Sinergi ini perlu terus diperkuat antara pemerintah daerah, TNI, Polri, instansi vertikal, pemerintah kabupaten dan kota, serta seluruh unsur Forkopimda dalam menangani isu-isu strategis,” ujar Nyanyang.

Ia menyebut isu seperti narkotika, perdagangan orang, penyelundupan, radikalisme dan berbagai bentuk kejahatan transnasional membutuhkan respons yang cepat serta kolaboratif.

Nyanyang juga menyampaikan bahwa sinergi antarlembaga turut mendukung terciptanya kondisi yang kondusif bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Kepri.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Kepri secara year-on-year pada Triwulan II 2026 mencapai 6,99 persen. Angka tersebut menempatkan Kepri di peringkat pertama di Sumatera dan peringkat ketiga secara nasional.

Baca Juga :  Pedagang Kaki Lima dan UMKM Gurindam 12 Dukung Penuh HMR, Yakin Masa Depan Kepri Yang Maju di Tangan Rudi-Rafiq

Dari sisi investasi, realisasi investasi Kepri pada Semester I 2026 mencapai Rp40,38 triliun. Capaian tersebut mencapai 168 persen dari target daerah Semester I sebesar Rp24,10 triliun dan sekitar 94,32 persen dari target nasional Semester I sebesar Rp42,81 triliun.

Selain ekonomi dan investasi, Kepri juga mencatat capaian positif dalam bidang kerukunan umat beragama. Indeks Kerukunan Umat Beragama Kepri pada 2025 mencapai 83,68 poin dan selama empat tahun berturut-turut, 2022 hingga 2025, Kepri konsisten masuk lima besar provinsi paling rukun di Indonesia.

Nyanyang berharap momentum syukuran pembentukan Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah dapat semakin mempererat hubungan antara Pemprov Kepri dan TNI.

“Kami berharap momentum pada malam hari ini akan semakin mempererat jalinan silaturahmi antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dengan TNI, khususnya Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah, serta kolaborasi yang sudah terjalin baik dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan di kemudian hari,” pungkasnya.