TANJUNGPINANG | PELITAKEPRI.COM —Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang Robert Lukman menegaskan, tidak ada rencana pemindahan atau relokasi para petani yang beraktivitas di Gerai Pangan/Pasar Tani di Jalan Hang Lekir. Menurut Robert, Gerai Pangan justru dibangun untuk membantu para petani menjual hasil pertaniannya secara langsung.
“Hingga harga dapat ditekan karena tidak ada biaya distribusi. Sebab produk pertanian dijual langsung oleh petani, dan masyarakat dapat membeli dengan harga relatif lebih murah. Tidak ada yang akan menggusur petani yang berjualan di Gerai Pangan,” kata Robert, Selasa (24/2).
Dilanjutkannya, Gerai Pangan Hang Lekir merupakan salah satu upaya pengendalian inflasi, dan menjaga stabilitas harga pangan. Untuk memperkuat eksistensi petani di Gerai Pangan, Pemerintah Kota Tanjungpinang menyediakan lahan di belakang Gerai Pangan untuk pembangunan gedung Koperasi Merah Putih.
“Koperasi Merah Putih ini diharapkan dapat berkolaborasi dengan kelompok-kelompok tani. Petani yang telah beraktivitas di Gerai Pangan tetap berjualan seperti biasa. Malah saling mendukung, dan aktivitas di Gerai Pangan nantinya akan semakin ramai,” ungkap Robert.
Ditambahkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Teguh Susanto, isu penggusuran petani dari Gerai Pangan dihembuskan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Teguh juga menyayangkan artikel mengenai penggusuran petani tersebut sempat dimuat di salah satu media online, tanpa menyajikan nara sumber yang jelas dan berkompeten.
“Sependek pengetahuan saya, produk jurnalistik tentunya harus mencantumkan nara sumber yang jelas dan berkompeten. Hingga artikel yang banyak dibaca oleh masyarakat dapat dipertanggungjawabkan keakuratannya. Tidak menjadi isu yang dapat menyebabkan kegelisahan publik,” tambah Teguh.


