Bintan  

Bupati Bintan Beri Amanat Sinergitas Saat Apel Kesiapsiagaan Bencana

Bupati Bintan, Roby Kurniawan menjadi Pembina pada saat Apel Kesiapsiagaan Bencana Kabupaten Bintan, Senin (13/05) di Halaman Kantor Bandar Seri Bintan.(Foto: diskominfo kabupaten Bintan)

BINTAN | PELITAKEPRI.COM – Bupati Bintan, Roby Kurniawan menjadi Pembina pada saat Apel Kesiapsiagaan Bencana Kabupaten Bintan, Senin (13/05) di Halaman Kantor Bandar Seri Bintan. Apel rutin tahunan tersebut diikuti seluruh FKPD beserta beberapa instansi dan organisasi terkait mulai dari Tagana, PMI, dan sebagainya.

Dalam amanatnya, Bupati Bintan menyampaikan bahwa Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah wajib melaksanakan pengawasan terhadap seluruh tahap penanggulangan bencana berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Untuk itu lah sinergitas bersama dikatakan Roby merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam mengantisipasi maupun melakukan respon cepat saat terjadi bencana.

Baca Juga :  Wakili Dandim 0315/Bintan, Danramil 02/Bintim Hadiri Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Alam di Kabupaten Bintan

“Kolaborasi semuanya yang akan menjadikan kesiapsiagaan ini sukses. Tidak bisa sendiri-sendiri dan tidak bisa saling tumpang tindih, tapi satu sama lain saling mengisi dan bahu-membahu menurut kewenangan masing-masing,” jelasnya.

Dirinya juga mengucapkan terima kasih dan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya apel bersama ini. Menurut Roby, Bintan memiliki rentang wilayah yang luas dengan 175,873 jumlah penduduk yang tersebar bahkan hingga di pulau-pulau.

Bintan juga memiliki beberapa risiko bencana seperti tanah longsor, banjir, cuaca ekstrem, gelombang tinggi, kebakaran hutan, dan lahan hingga kekeringan yang bisa terjadi kapan saja.

Baca Juga :  Peringatan Hari BUMDesa Nasional 2023 di Bintan Akan Dimeriahkan Oleh penyanyi Tri Suaka & Nabila Maharani

Guna menanggulangi bencana tersebut maka ada beberapa poin yang harus dilakukan. Mulai dari memperkuat tata kelola kedaulatan dan logistik serta meningkatkan sistem kesiapsiagaan bencana yang terintregasi dalam sistem yang berbasis teknologi. Kemudian mempercepat implementasi strategi pembiayaan alternatif, mendorong terbentuknya mekanisme respon kedaulatan di tingkat daerah, melalui pembentukan tim reaksi cepat multi sektor di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

Diharapkan kesiapsiagaan dalam seluruh komponen yang ada dalam menghadapi bencana yang selalu terjadi secara tiba-tiba, oleh karena itu diharapkan kerja sama dari seluruh intansi terkait sekaligus melibatkan masyarakat dalam mempersiapkan diri dalam menghadapi bencana.