Cafe Monaco Hadir di Tanjungpinang dengan Konsep Modern, Harga Terjangkau!

Cafe Monaco Hadir di Tanjungpinang dengan Konsep Modern, Harga Terjangkau!

Tanjungpinang, Pelita Kepri – Dilihat dari nama Cafe Monaco adalah seolah nama sebuah negara yang terletak di Eropa Barat. Nama Cafe Monaco tersebut justru terinspirasi dari nama kekasih pemilik Cafe tersebut, yaitu Monalisa untuk Coco. Cafe Monaco yang terletak di Jl. Engku Putri, kota Tanjungpinang.

Anre yang bernama lengkap Sam Andreas pemilik Cafe monaco saat ditemui Pelita Kepri mengatakan, konsep yang Modern, namun harga menunya yang relatif terjangkau.

Arsitektur yang modern berasal dari konsepnya, bahan bangunannya yang terbuat dari kayu dipesan lansung dari luar Tanjungpinang dan motif pernak perniknya dari idenya sendiri.

“Bagaimanalah supaya agak berbeda dengan cafe yang sudah ada di Tanjungpinang, sehingga berkesan, dan tentunya mengutamakan kenyamanan pengunjung,” terangnya.

Kehadiran cafe monaco wajah baru, mendukung pemerintah untuk mengembangkan dunia dibidang pariwisata dan menciptakan lapangan kerja dan menghidupkan geliat ekonomi di kota gurindam dengan usaha ala modern.

“Untuk juru kokinya, kami datangkan langsung dari medan yang berpengalaman, dan pelayanan standarisasi ala cafe bintang empat,” katanya, di Cafe miliknya, Rabu (23/10/2019) petang.

Adapun menu makanan paporitnya seperti Tom Yum Chicken di harga Rp 29.000 dan minuman paporitnya Red velvet latte yang berbahan dari coklat di harga Rp 22.000, ditambah menu masakan spanyol.

“Pokoknya relatif murahahla,” ucapnya.

Katanya lagi, Tanjungpinang punya peluang untuk pengembangan usaha kedepan, dimana juga dengan wacana pemerintah yang akan dibangunnya jembatan Batam-Bintan.

Itulah yang mendorongnya, sehingga ia bertekad untuk memulai usahanya di Kota Tanjungpinang. Dimana juga sewa tempat masih relatif terjangkau.

Diapun mengakui untuk pengalaman dibidang usaha bisnisnya dia tidak punya banyak pengetahuan.

“Saya peroleh dengan membaca dunia bisnis melalui internet, yang sekarang ini sangat mudah diakses. Namun boleh dikatakan dengan otodidak itu, saya punya strategi khusus untuk membuka usaha ini. Bagaimana kita bekerja tanpa menguras tenaga, namun berpenghasilan lebih dan itulah namanya bisnis. Hitungannya dari satu usaha saya peroleh untung 1juta, bagaimana dari 100 usaha, bila dijumlahkan 100 juta kan!,” terangnya.

Lanjutnya lagi, Keberhasilan usaha itu dilihat dari kesejahteraan karyawannya, jadi saya utamakan kesejahteraannya. Bagaimana pula satu usaha itu berkembang, namun karyawan tidak sejahtera?.(pk/tsr)

banner 468x60

No Responses

Comments are closed.

error: Content is protected !!