Mahasiswa Demo di Kantor Bawaslu Prov. Kepri, Minta Komisioner Terlibat Gratifikasi Dipecat

Pelita Kepri, Tanjungpinang – Sejumlah Mahasiswa melakukan aksi Demo di Gedung baru kantor Bawaslu Provinsi Kepri di Jalan Wr. Supratman Kota Tanjungpinang, Senin (4/6/2018). Aksi Demo ini sudah yang kedua kalinya yang dilakukan oleh  sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Generasi Muda Kesatuan Penerus Perjuangan Republik Indonesia (PD Garuda KPP-RI).

Mereka menuntut komisioner Bawaslu yang terlibat gratifikasi dipecat !.

Ketua PD Garuda KPP-RI Kepri, Erik Kantona mengatakan,  bahwa aksi tersebut merupakan kali kedua yang menuntut pihak aparat penegak hukum segera membersihkan dugaan tindak gratifikasi ditubuh Pengawas Penyelenggara Pemilu tersebut.

Baca Juga :  Cegah Kekerasan Seksual Anak, Pemko Tanjungpinang Akan Optimalkan Perda Dan Perwako

“Adanya dugaan gratifikasi yang dilakukan anggota komisioner terpilih Bawaslu Kepri kepada panitia seleksi pemilihan anggota Bawaslu Kepri,” kata Erik.

Dari Bukti yang didapat, mereka memberikan bingkisan, tas dan sebagainya kepada mantan pansel kemarin. Jelas itu praktek gratifikasi, karena dalam pemilihan penegak hukum tidak kenal yang namanya ucapan terima kasih.

Dalam orasi tersebut. Ada beberapa poin utama yang disampaikan mahasiswa tersebut, Diantaranya: Untuk Bawaslu RI segera non-aktifkan anggota yang terbukti terlibat, meminta KPK untuk usut tuntas anggota yang terlibat gratifikasi di Bawaslu Kepri, Bawaslu Kepri agar segera bertindak tegas dan bersihkan dugaan gratifikasi di ruang lingkup Bawaslu Kepri dan terakhir meminta aparat penegak hukum agar bekerjasama mengusut tuntas kasus tersebut. Usai menyampaikan orasinya, sejumlah demonstran disambut salah satu komisioner Bawaslu, Idris.

Baca Juga :  Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kepri, BPK RI: Terdapat Beasiswa Sebesar Rp1,9 miliar yang tidak Tersalurkan

Idris menegaskan, Dalam hal tersebut tidak adanya unsur gratifikasi, jikalau memang ada unsur gratifikasi silahkan dilaporkan ke pihak yang berwajib.

“Sebelum kawan-kawan menilai adanya unsur gratifikasi di balik pemberian ucapan terimakasih berupa tas tersebut, kami komisioner bawaslu telah berkonsultasi dan melakukan kordinasi terkait hal ini,” jelas Idris.

Menilai jawaban yang disampaikan komisioner bawaslu Idris hanya sebatas retorika belaka, sejumlah pendemo merasa kesal dan meninggalkan kantor Bawaslu.

“Jika tuntutan kami belum didengarkan sampai DKPP menonaktifkan komisioner yang terlibat gratifikasi, maka kami akan datang lagi dengan jumlah massa yang lebih banyak,” tegas Erik.

Baca Juga :  Akibat Pandemi Covid 19, Calon Jamaah Haji Asal Natuna di Pending

Aksi demonstrasi ini berlangsung damai dan aman. Puluhan personil aparat dari Polres Tanjungpinang mengawal dan menjaga jalannya aksi ini.

(pk/dir/gm)