TANJUNGPINANG | PELITAKEPRI.COM – Wali Kota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, S.H. menyatakan pemadaman bergilir listrik di wilayah Kota Tanjungpinang disebabkan oleh adanya gangguan pada dua unit pembangkit listrik yang ada di Batam.
Gangguan tersebut menyebabkan suplai listrik ke Kota Tanjungpinang terganggu, hingga harus dilakukan pemadaman bergilir.
“Atas nama Pemerintah Kota Tanjungpinang, Saya mohon maaf atas ketidaknyamanan dan gangguan aktivitas masyarakat akibat pemadaman listrik bergilir. Saya telah mengonfirmasi secara langsung, dan proses pemulihan dua mesin pembangkit di Batam hampir selesai. Semoga malam ini pasokan listrik ke Tanjungpinang kembali normal,” kata Lis, Selasa (13/10).
Wali kota menjelaskan bahwa mesin pembangkit listrik di Tanjungpinang berkapasitas 37 MW, dan hanya mampu menyuplai 30 persen beban kebutuhan listrik di Bintan dan Kota Tanjungpinang. Sementara beban normal rata-rata kebutuhan Tanjungpinang – Bintan sebesar 45 MW. Selebihnya pasokan listrik untuk memenuhi beban Bintan dan Tanjungpinang disuplai dari Batam. Gangguan pada dua unit mesin pembangkit di Batam, menyebabkan pelayanan listrik di Tanjungpinang terganggu.
Penjelasan Wali Kota Tanjungpinang tersebut sekaligus membantah isu-isu negatif yang berkembang dalam masyarakat. Tidak ada unsur kesengajaan, atau dugaan negatif yang masif dibicarakan di komunitas-komunitas masyarakat.
“Untuk sementara dilakukan pemadaman bergilir, dan Saya juga ikut merasakan kesulitan masyarakat dan pelaku usaha. Banyak yang terdampak, termasuk pelayanan aparatur. Semoga malam ini (Selasa malam), perbaikan dua unit mesin pembangkit di Batam dapat diselesaikan. Agar masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal,” ungkap Lis.(tf/Diskominfo)
