Bupati Bintan Roby Kurniawan secara resmi membuka pelatihan keahlian barber (pangkas rambut) bagi pemuda setempat di Hotel Agro Beach Resort, Teluk Bakau, Rabu (11/2/2026).
Pemerintah Kabupaten Bintan terus memperkuat komitmennya dalam mencetak generasi mandiri melalui program kewirausahaan. Kali ini, Bupati Bintan Roby Kurniawan secara resmi membuka pelatihan keahlian barber (pangkas rambut) bagi pemuda setempat di Hotel Agro Beach Resort, Teluk Bakau, Rabu (11/2/2026).
Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas meningkatnya mobilisasi penduduk yang membawa peluang bisnis baru. Roby menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar memberikan keterampilan teknis, tetapi juga investasi jangka panjang untuk membangun ekosistem wirausaha muda di Bintan.
“Kami ingin membuka akses seluas-luasnya bagi pemuda Bintan untuk berdikari. Hari ini mereka dilatih skill pangkas rambut, manajemen usaha, hingga strategi pengembangan bisnisnya,” ujar Roby usai menyerahkan bantuan peralatan barber shop secara simbolis.
Target Kemandirian Ekonomi Pelatihan ini diikuti oleh 16 pemuda pilihan dari seluruh wilayah Bintan. Selama dua hari, para peserta akan dimentori langsung oleh praktisi profesional, termasuk Desman Pasrah Jaya Hia, pemilik Minion Barber Shop.
Targetnya, para peserta tidak hanya mahir menggunakan mesin cukur, tetapi juga memahami tren perawatan rambut kekinian yang memiliki nilai jual tinggi.
“Harapan saya, adik-adik ini bisa membentuk kemandirian. Target jangka panjangnya, mereka tidak lagi mencari kerja, melainkan membuka lapangan kerja baru bagi orang lain,” tambah Bupati Roby.
Implementasi Program ‘Bingke 100 Rasa’ Kegiatan ini merupakan bagian dari visi besar “Bintan Juara”, khususnya program Bingke 100 Rasa (Bina Kembangkan 100 Gerakan Pemuda Usahawan). Program ini sebelumnya telah sukses menggelar pelatihan barista dan Make-Up Artist (MUA).
Sementara itu, Kepala Dispora Bintan, Alfeni Harmi, membocorkan agenda selanjutnya. Setelah sukses dengan sektor jasa kecantikan dan gaya rambut, pihaknya berencana menggelar pelatihan pembuatan pastry (kue kekinian) untuk menyasar peluang di dunia kuliner.
“Pemerintah akan terus hadir mendampingi. Tahun ini kami juga siapkan pelatihan pastry karena peminat dan pasarnya sangat relevan dengan gaya hidup saat ini,” tutup Alfeni.(Adv)