Indeks

Bupati Iskandarsyah Sebut Kesejahteraan Pesisir Jadi Benteng Utama Lawan Narkoba

Bupati Karimun, Iskandarsyah, memberikan sambutan pada konferensi pers penggagalan penyelundupan 1.084 gram sabu dan 582 butir pil ekstasi jenis Hellcat senilai Rp 1,917 miliar dari Malaysia di Mako Lanal TBK..F-Istimewa

KARIMUN | PELITAKEPRI.COM – Penegakan hukum di wilayah laut perbatasan tidak lagi sekadar mengandalkan operasi represif di atas kapal patroli, melainkan harus mulai menyentuh draf penguatan ekonomi masyarakat pesisir guna memutus ketergantungan pada jaringan kriminal transnasional.

Paradigma taktis tersebut mengemuka pasca keberhasilan Tim Reaksi Cepat Koarmada I bersama Pangkalan TNI AL (Lanal) Tanjung Balai Karimun menggagalkan penyelundupan narkotika jaringan internasional asal Malaysia di perairan timur laut Pulau Takong Hiu, Kabupaten Karimun, pada Rabu, 10 Juni 2026.

Dalam operasi penyergapan tersebut, petugas mengamankan seorang kurir lansia berinisial AK (67) yang nekat membawa 1.084 gram sabu-sabu serta 582 butir pil ekstasi jenis Hellcat.

Merespons keberhasilan operasi tersebut, Bupati Karimun, Iskandarsyah, melayangkan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel TNI AL yang bersiaga di garis depan pertahanan maritim Selat Malaka.

Otoritas eksekutif menilai sinergi ini menjadi bukti nyata keseriusan draf Forkopimda dalam mengawal implementasi program Astacita ke-7 yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia demi menyelamatkan bonus demografi dari kehancuran narkoba.

Bersamaan dengan momentum keberhasilan tersebut, Iskandarsyah juga menyampaikan ucapan selamat bertugas kepada Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) IV yang baru, Laksamana Muda (Laksda) TNI Berkat Widjanarko, dengan harapan draf kolaborasi taktis pengawasan selat internasional kian kokoh.

Menyoroti latar belakang pelaku AK yang berprofesi sebagai nelayan lokal, Iskandarsyah menegaskan bahwa kerentanan finansial menjadi celah utama yang kerap dieksploitasi oleh sindikat internasional untuk merekrut kaki tangan di draf wilayah pesisir.

Menjawab tantangan laten tersebut, Pemerintah Kabupaten Karimun berkomitmen meluncurkan draf dua program prioritas. Pertama, mengintensifkan edukasi hukum di sektor kelautan secara kolektif bersama Lanal, Polres, Kejaksaan, dan BNN agar nelayan tidak tergiur iming-iming upah kilat sindikat.

Kedua, mempercepat pembangunan kekuatan industri hilir pesisir dan kegiatan ekonomi produktif di wilayah Pulau Karimun guna mendongkrak taraf hidup serta menciptakan ketahanan ekonomi mandiri bagi keluarga nelayan.

Secara teknis, kronologi penangkapan dramatis di pertengahan Juni 2026 ini dibeberkan oleh Komandan Lanal Tanjung Balai Karimun, Letkol Laut (P) Samuel Chrestian Noya.

Berdasarkan draf informasi intelijen akurat dari masyarakat, petugas mendeteksi pergerakan satu unit speedboat fiber bermesin 40 PK yang melaju kencang dari arah Tanjung Piai, Johor, Malaysia.

Setelah aksi kejar-kejaran selama 20 menit di laut, kapal berhasil dikunci dan digeledah, di mana petugas menemukan paket sabu dan ratusan pil ekstasi yang disiasati di dalam termos es berwarna biru. Tersangka beserta barang bukti uang tunai senilai Rp3.144.000 kini telah dilimpahkan ke Polres Karimun guna pembongkaran draf jaringan yang lebih luas.(Adv)

Exit mobile version